Minggu, 12 Desember 2010

Hadist Tentang Menuntut Ilmu

I. PENGERTIAN HADIST

A. Hadist Menurut Lughat / Bahasa / Etimologi
      Kata hadist telah menjadi salah satu kosakata dalam Bahasa Indonesia. Hadist merupakan kata yang berasal dari bahasa Arab yaitu Al-Hadist yang jama'nya adalah Al-Ahadist, Al-Hidsan, dan Al-Hudsan. Menurut bahasa/lughat/etimologi, hadist memiliki 3 arti, sebagai berikut:
   1. Al Jadid Minal Asyya (sesuatu yang baru)
Ini merupakan lawan dari Al-Qonun (sesuatu yang lama). Hal ini mencakup sesuatu (perkataan), baik banyak ataupun sedikit.

   2. Qorib (yang dekat)

   3. Khabar (kabar/berita)
Yaitu sesuatu perkataan yang dipercakapkan dan dipindahkan dari seseorang kepada orang lain, dan ada kemungkinan benar atau salahnya. Dari makna inilah diambil perkataan hadist Rasulullah SAW.

B. Hadist Menurut Istilah
Adapun hadist Menurut istilah ahli hadist hampir sama (murodif) dengan sunah, yang mana keduanya memiliki arti segala sesuatu yang berasal dari Rasul, baik setelah diangkat ataupun sebelumnya. Akan tetapi kalau kita memandang lafadz secara umum adalah segala sesuatu yang diriwayatkan Nabi Muhammad SAW setelah diangkat menjadi nabi, yang berupa ucapan, perbuatan, dan taqrir beliau. Oleh sebab itu, rumah lebih umum daripada hadist.

Menurut ahli ushul hadist bahwa yang dimaksud dengan hadist adalah segala perkataan Rasul, perbuatan, dan taqrir beliau yang bisa dijadikan dalil bagi hukum syar'i. Oleh karena itu, Menurut ahli ushul, sesuatu yang tidak ada sangkut-pautnya dengan hukum tidak tergolong hadist, seperti urusan pakaian, dan lain-lain.





II. HUKUM MENUNTUT ILMU
Islam mewajibkan umatnya untuk mencari ilmu, hal ini menunjukkan betapa pentingnya kedudukan ilmu. Dengan ilmu yang berguna, manusia dapat menjadi hamba Allah yang beriman dan beramal saleh. Dengan ilmu pula, manusia mampu mengolah kekayaan akan yang Allah berikan kepadanya. Dengan demikian, manusia juga mampu menjadi hamba-Nya yang bersyukur dan Allah akan memudahkan mereka menuju pintu surga. Maka hukum menuntut ilmu wajib hukumnya bagi setiap muslim baik laki-laki maupun perempuan. Hal itu berdasarkan hadist berikut.

"Menuntut ilmu itu wajib hukumnya bagi setiap muslim"





IV. MACAM HADIST DENGAN MENUNTUT ILMU

"Carilah ilmu sekalipun di negeri Cina" (H.R. Ibnu 'Adi dan Baihalqi)

"Tuntutkah ilmu dari buaian sampai ke liang jahat"

"Belajarlah kamu semua dan mengajarlah kamu semua dan hormatilah gurumu dan berbuat baiklah kepada orang yang telah mengajarimu semua" (H.R. Thabrani)

"Jadilah kamu orang yang mengajar atau belajar atau pendengar(mendengarkan orang mengaji) atau pecinta(mencintai ilmu) dan engkau jadi orang yang kelima(tidak mengajar, tidak belajar, tidak mendengarkan pengajian, dan tidak mencintai ilmu), maka engkau akan hancur" (H.R. Baihaqi)

"Menuntut ilmu itu wajib bagi setiap muslim" (H.R. Ibnu Majah)

"Orang yang keluar untuk menuntut ilmu, ha termasuk orang yang berjuang di jalan Allah hingga ia kembali" (H.R. At-Tirmizi)

"Orang yang memudahkan jalan untuk menuntut ilmu. Allah akan memudahkan baginya jalan menuju surga. Sesungguhnya para malaikat membentangkan sayapnya(kepada orang yang menuntut ilmu) karena senang kepada orang yang mencari ilmu" (H.R. At-Tirmizi)

"Wahai Abu Zar, keluarmu pada pagi hari untuk mempelajari satu ayat dari kitab Allah itu lebih baik daripada kamu mengerjakan shalat 100 rakaat. Keluarmu pada pagi hari untuk belajar satu bab dari ilmu, baik diamalkan maupun tidak adalah lebah baik bagimu daripada kamu mengerjakan shalat seribu rakaat" (H.R. Ibnu Majah)

"Barangsiapa yang menghendaki(kebahagiaan) dunia maka hendaklah ia berilmu dan barangsiapa yang menghendaki(kebahagiaan) akhirat maka hendaklah ha berilmu dan barangsiapa menghendaki kedua-duanya maka ia pun harus berilmu"

"Sebaik-baik kalian adalah orang yang belajar Quran dan mengajarkannya" (H.R. Bukhari)

"Janganlah kalian menuntut ilmu untuk membanggakan terhadap para ulama dan untuk diperdebatkan di kalangan orang-orang bodoh dan buruk perangainya. Jangan pula menuntut ilmu untuk penampilan dalam majelis(pertemuan atau rapat) dan untuk menarik perhatian orang-orang kepadamu. Barangsiapa seperti itu maka baginya neraka...neraka..." (H.R. Tirmizi dan Ibnu Majah)

"Saling berlakulah jujur dalam ilmu dan jangan saling merahasiakan. Sesungguhnya berkhianat dalam ilmu pengetahuan lebih berat hukumnya daripada berkhianat dalam harta" (H.R. Abu Na'im)




DA blog
www.dodoardiles.co.cc
www.dareader.blogspot.com
blog dari DODO ARDILES

Artikel ini :

1 komentar:

  1. mohon disiarkan hadith2 Rasulillah Salallahu Alaihi Wassalam di blog ana.

    BalasHapus

Mari Budayakan Berkomentar Setelah Membaca. dodoArdiles menerima segala komentar berupa kritik, saran, pujian, dan pertanyaan atas artikel yang telah anda baca di atas. Isilah komentar di bawah ini.